Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk campur kode, bentuk campur kode mana yang dominan dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam komunikasi pada komunitas India khususnya Tamil dan Punjabi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode qualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang diteliti adalah 30 orang imigran India yang tinggal di Medan khususnya di daerah Mongonsidi Kelurahan Anggrung Kecamatan Medan Polonia. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan 54 bentuk campur kode dimana dalam wujud kata berjumlah 47 kata, 5 frase, dan 2 campur kode yang berbentuk klausa. Selain bentuk dari campur kode, peneliti juga menemukan beberapa faktor penyebab terjadinya campur kode. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan faktor penyebab terjadinya campur kode dalam komunikasi pada komunitas India yaitu a) Latar belakang sikap penutur, b) Potensi Lawan (Mitra) Tutur, dan c) Keakraban.
Copyrights © 2024