Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup anggota keluarga terkait keselamatan pasien selama rawat inap di rumah sakit umum di Jawa Tengah, Indonesia. Metode: Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi hermeneutika Van Manen, lima wawancara mendalam dilakukan dengan perawat keluarga yang telah mendampingi pasien setidaknya selama tiga hari di unit rawat inap RSUD Prembun. Data dianalisis melalui refleksi dan interpretasi tematik. Hasil: Tiga tema utama muncul: (1) kepercayaan bersyarat dalam perilaku keperawatan yang dibentuk oleh pengamatan yang cermat, (2) asimetri informasi dan konsekuensi emosionalnya, dan (3) peran pemantauan adaptif yang dilakukan oleh anggota keluarga. Pengalaman-pengalaman ini menyoroti keluarga sebagai partisipan aktif dalam menciptakan keselamatan pasien meskipun mereka bekerja di luar sistem rumah sakit formal. Kesimpulan: Anggota keluarga membangun keselamatan pasien melalui lensa interpretasi yang bersifat relasional yang didasarkan pada kerja emosional dan kesadaran kontekstual. Peran mereka harus diakui secara formal dalam kebijakan keselamatan dan kerangka kerja komunikasi, terutama dalam situasi di mana kehadiran keluarga menjadi bagian integral dari pemberian perawatan.
Copyrights © 2024