Tujuan: Rehabilitasi melalui latihan Rentang Gerak (ROM) memainkan peran kritis dalam pemulihan pasien stroke, terutama dalam mencegah kecacatan jangka panjang. Dukungan keluarga dapat memengaruhi motivasi pasien untuk melakukan latihan ini. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi untuk melakukan latihan ROM pada pasien pasca-stroke di Pusat Kesehatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Metode: Studi deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional dilakukan melibatkan 43 pasien pasca-stroke yang dipilih melalui sampling acak sederhana. Data tentang dukungan keluarga dan motivasi dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-square (α = 0.05). Hasil: Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga sedang (42,9%), dan setengah dari responden menunjukkan motivasi sedang untuk melakukan latihan ROM (50%). Hubungan yang signifikan ditemukan antara dukungan keluarga dan motivasi (p = 0,002). Kesimpulan: Dukungan keluarga secara signifikan berkorelasi dengan motivasi pasien untuk melakukan latihan ROM setelah stroke. Perawat sebaiknya meningkatkan keterlibatan keluarga dan pendidikan untuk meningkatkan hasil rehabilitasi.
Copyrights © 2024