Masyarakat di Indonesia masih sering menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng . Harga minyak yang semakin sulit terjangkau dan kurangnya pengetahuan kesehatan, maka minyak jelantah merupakan pilihan untuk kegiatan menggoreng. Warga Kaligawe banyak yang berjualan gorengan dan makanan ramesan dengan lauk yang digoreng dengan minyak jelantah. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan terkait dampak minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai peningkatan pengetahuan warga Kaligawe Semarang terhadap bahaya minyak jelantah pengolahan minyak jelantah menjadi lilin hias. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan peragaan. Peserta diminta mengisi kuesioner. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji beda antara pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil : Rata-rata usia ibu-ibu yang ikut penyuluhan adalah 43 tahun. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan negative rank (selisih negative) sebesar 0 sedangkan positive rank (selisih positif) sebanyak 60, sehingga dapat dinyatakan bahwa seluruh responden (60 responden) mengalami peningkatan pengetahuan dari perbandingan skor pretest dan posttest setelah penyuluhan. Nilai asymp. Sig (2 tailed) menunjukkan angka 0,000 (p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan skor pretest dan posttest pada responden penyuluhan pemanfaatan minyak jelantah untuk lilin aromaterapi pada ibu-ibu di kelurahan Kaligawe. Kesimpulan : Metode pnyuluhan dan peragaan merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Kelurahan Kaligawe tentang pengolahan jelantah menjadi lilin aromaterapi
Copyrights © 2025