Dalam pengelolaan objek wisata diperlukan strategi komunikasi pariwisata agar dapat menjadi destinasi yang berkelanjutan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai pengelola pada objek wisata Pantai Mutiara masih menemukan wisatawan yang tidak mematuhi ketentuan yang telah dibuat ketika menaiki wahana air. Terdapat hal-hal yang harus diperhatikan oleh wisatawan demi keselamatan dan keamanan selama berwisata. Kemudian strategi komunikasi pariwisata dilakukan untuk menyampaikan pesan yang ditujukan dengan cara tertentu agar pesan dapat dipahami oleh audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pariwisata yang dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengelola wisata Pantai Mutiara Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta komunikasi partisipatif oleh Cohen & Uphoff (1980). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pencocokan pola dari Robert K. Yin. Hasil penelitian ini menunjukkan Pokdarwis menggunakan media sosial instagram dan tiktok untuk mempublikasikan Pantai Mutiara. Kemudian keterlibatan masyarakat dalam Pokdarwis sebagai pengelola yang bekerja sama dengan instansi terkait aturan yang harus dipenuhi serta pengadaan wahana air yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Pokdarwis juga menerapkan sapta pesona dalam mengelola wisata.
Copyrights © 2025