ABSTRAK: Remaja merupakan tahapan beralihnya fase anak-anak menuju dewasa. Berbagai perubahan dari segi fisik, psikis, maupun sosial terjadi pada masa ini. Remaja berusaha tampil menarik dan seringkali merasa khawatir berlebihan mengenai penampilannya. Hal ini membuat remaja berisiko lebih tinggi untuk mengalami eating disorder dan sebagian besar terjadi pada remaja perempuan. Eating disorder muncul ketika seseorang mengalami gangguan parah dalam perilaku makan, seperti pengurangan asupan makanan atau makan berlebihan, perasaan tertekan, dan kekhawatiran tentang berat atau bentuk tubuh yang ekstrem. Tujuan penelitin ini adalah mengetahui hubungan tingkat stres, citra tubuh, pengaruh keluarga dan teman sebaya dengan risiko eating disorder pada siswi SMA. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 siswi SMA IT Al-Madinah tahun akademik 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain penelitian cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14,1% siswi berisiko eating disorder, 67,7% siswi mengalami stress, 33,3% siswi tidak puas terhadap citra tubuh, 53,5% siswi dipengaruhi oleh keluarga dan 58,6% siswi dipengharuhi oleh teman sebayanya. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara citra tubuh (P<0,001), pengaruh keluarga (P=0,021), dan pengaruh teman sebaya (P=0,053) dengan risiko eating disorder.
Copyrights © 2023