Penelitian ini berupaya menganalisis sisa-sisa keramik China di Sumatera Selatan sebagai bukti arkeologis keberadaan dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Sriwijaya, pusat perdagangan maritim yang signifikan di Asia Tenggara dari abad ke-7 hingga ke-13 M, memiliki hubungan dagang yang kuat dengan China, yang ditunjukkan oleh banyaknya keramik yang ditemukan di situs-situs kuno seperti Palembang, Jambi, dan Lampung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis, sebagian besar dari era Tang dan Song. Data yang didapat menggambarkan besarnya hubungan perdagangan antara Sriwijaya dan China, menekankan posisi penting Sriwijaya dalam jaringan perdagangan global. Selain itu, keramik ini mewujudkan dampak budaya dan kemakmuran yang berasal dari kontak antarperadaban. Data ini memperkuat teori bahwa Sriwijaya adalah pusat perdagangan maritim yang makmur di Asia Tenggara, dengan koneksi yang kuat ke peradaban besar dunia, khususnya China.
Copyrights © 2025