Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual dan aplikatif bagaimana nilai-nilai Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (transparan), dan Fathonah (cerdas) dapat diinternalisasikan dalam praktik akuntansi modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yang dikombinasikan dengan simulasi contoh kasus akuntansi pada perusahaan berbasis prinsip syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai profetik mampu memperkuat transparansi laporan keuangan, mencegah manipulasi, serta meningkatkan tanggung jawab dan kecerdasan profesional akuntan dalam menghadapi dilema etika. Simulasi praktik yang disertakan menggambarkan siklus akuntansi dari transaksi hingga laporan keuangan, sekaligus menunjukkan bagaimana setiap nilai profetik memberikan kerangka moral yang konkret dalam pengambilan keputusan.
Copyrights © 2025