Agrowisata Pakuwon yang terletak di Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar dengan kearifan lokalnya berupa papalidan, tanaman jambu, lokasi di lereng pegunungan, dan kebun bunga. Namun, agrowisata ini menghadapi tantangan dalam pemasaran digital, khususnya terkait rendahnya kesadaran merek dan keterlibatan audiens di media sosial. Oleh karena itu, pengoptimalan penggunaan platform media sosial seperti TikTok dan Instagram dengan perencanaan konten yang terstruktur dan konsisten, serta pembaruan identitas merek melalui desain logo yang lebih representative menjadi hal penting untuk menjadi suatu Langkah penerapan layanan digital yang terukur. Program pendampingan untuk mengembangkan layanan digital Agrowisata Pakuwon ini dilaksanakan pada Desember 2024 hingga Maret 2025, melibatkan mahasiswa dalam pelatihan dan pendampingan digital. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan pelatihan berbasis media sosial. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengenalan merek, pertumbuhan jumlah pengikut, dan interaksi pengunjung setelah penerapan strategi pemasaran digital yang terstruktur. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penerapan layanan digital yang terintegrasi dapat meningkatkan visibilitas, daya saing, dan daya tarik Agrowisata Pakuwon, serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan konten kreatif dan evaluasi berkala terhadap strategi yang diterapkan.
Copyrights © 2025