Revolusi Industri 4.0 ditandai oleh integrasi teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), otomasi, dan big data analytics ke dalam sistem produksi dan layanan. Perubahan ini membawa dampak besar terhadap dinamika ketenagakerjaan, baik dari sisi jumlah, jenis, maupun kualitas pekerjaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan teknologi industri 4.0 terhadap tenaga kerja di Indonesia dari perspektif ekonomi dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis data sekunder dari laporan pemerintah, lembaga internasional, dan riset terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran signifikan dalam struktur pekerjaan, dengan berkurangnya permintaan terhadap pekerjaan berulang dan manual, serta meningkatnya kebutuhan terhadap keterampilan digital dan adaptif. Sektor manufaktur, jasa keuangan, dan logistik menjadi yang paling terdampak oleh otomasi dan digitalisasi. Sementara itu, ekonomi digital turut menciptakan peluang baru di bidang teknologi informasi, ekonomi gig, dan industri kreatif. Namun, tantangan serius masih dihadapi, seperti kesenjangan keterampilan (skill gap), ketimpangan akses digital antara kota dan desa, serta minimnya perlindungan sosial bagi pekerja informal digital. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk mendorong reskilling, inklusi digital, dan kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Copyrights © 2025