Generasi ZĀ adalah generasi yang lahir di era digital, menghadapi berbagai tantangan dalam membangun identitas dan spiritualitas. Dengan akses informasi yang melimpah, mereka sering kali bingung dalam menentukan arah hidup dan tujuan. Dalam konteks ini, pemikiran Muhammad Iqbal tentang konsep Khudi menawarkan panduan yang relevan. Khudi, yang mengacu pada pengembangan diri dan penguatan ego, dapat membantu generasi Z memahami potensi diri dan mencari makna hidup di tengah tekanan sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dari konsep Khudi dalam konteks kehidupan sehari-hari Generasi Z, serta memberikan rekomendasi bagi individu dan komunitas untuk mengintegrasikan nilai-nilai Khudi. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, serta penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait pemikiran Iqbal dan implikasinya terhadap spiritualitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip Khudi dapat membantu generasi Z mengembangkan kesadaran diri, kemandirian, dan tanggung jawab, serta membangun hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Selain itu, konsep ini juga berkontribusi pada kesehatan mental dan perkembangan karir mereka. Dengan memahami dan menerapkan Khudi, diharapkan Generasi Z dapat menghadapi tantangan zaman dengan lebih percaya diri dan berkontribusi secara aktif dalam masyarakat yang beragam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam pengembangan spiritualitas di kalangan generasi muda dan mendukung mereka dalam perjalanan menemukan jati diri.
Copyrights © 2024