Studi ini menginvestigasi kritik yang disampaikan oleh Kamaruddin Amin terhadap kredibilitas Abu Zubayr dalam periwayatan hadis. Permasalahan pokok yang dibahas meliputi evaluasi mendalam terhadap refleksi sumber hadis dan metode penilaian kredibilitas yang digunakan dalam tradisi keilmuan Islam. Penelitian ini menganalisis argumen-argumen yang disampaikan oleh Kamaruddin Amin, seorang cendekiawan terkemuka dalam studi hadis, yang mengajukan keraguan terhadap kualitas periwayatan hadis oleh Abu Zubayr. Melalui pendekatan kritis dan metodologi telah pustaka, penelitian ini menyelidiki esensi dari kritik tersebut terhadap pemahaman umum terhadap kredibilitas hadis dalam tradisi Islam. Analisis mendalam juga dilakukan terhadap metode evaluasi sumber-sumber hadis dan bagaimana kritik terhadap Abu Zubayr mempengaruhi pandangan terhadap keabsahan hadis dalam sastra hadis. Temuan penelitian menarik kompleksitas dalam menilai kredibilitas periwayat hadis dan menekankan pentingnya keterbukaan terhadap berbagai perspektif ilmiah dalam mengatasi penulis dalam warisan hadis Islam. Kajian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana para cendekiawan hadis menanggapi kritik internal terhadap sumber-sumber hadis dan menunjukkan perlunya pendekatan yang kontekstual dan analitis dalam menilai tembusan hadis.Poin penting jawaban atas permasalahan yang dikaji adalah perlunya dialog terbuka antara cendekiawan Islam untuk memahami perbedaan pendapat dan mencari kesepahaman dalam menilai keabsahan sumber-sumber hadis. Temuan ini memiliki dampak yang luas dalam bidang kajian hadis dan memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas warisan intelektual dalam tradisi Islam. Dalam konteks ini, penelitian ini tidak hanya mengajukan pertanyaan kritis terhadap kredibilitas Abu Zubayr tetapi juga mengajak para akademisi untuk memikirkan kembali metode evaluasi hadis dan mengakui keragaman pendekatan akademik dalam menerima tantangan ini.
Copyrights © 2025