Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin pengisi cairan otomatis pada industri makanan dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). PT Y, sebagai objek studi, menghadapi tantangan berupa downtime mesin, penurunan kecepatan produksi, serta produk cacat yang mengganggu efisiensi proses produksi. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi produksi selama periode Januari hingga Desember 2024. Tiga indikator utama OEE—availability, performance efficiency, dan quality rate—dihitung untuk mengevaluasi kinerja mesin. Hasil menunjukkan bahwa nilai OEE tertinggi terjadi pada bulan Desember sebesar 80,34%, sementara nilai terendah tercatat pada Oktober dengan 66,97%. Faktor utama penyebab rendahnya efektivitas adalah downtime dan penurunan kecepatan produksi. Analisis fishbone dilakukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan, yang meliputi aspek manusia, mesin, metode, dan material. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun efektivitas mesin berada pada tingkat yang cukup baik, masih diperlukan perbaikan di semua aspek untuk mencapai standar OEE kelas dunia. Rekomendasi difokuskan pada peningkatan program perawatan preventif dan pelatihan operator untuk meminimalkan losses.
Copyrights © 2025