Provinsi Maluku secara geografis rentan terhadap isu lingkungan seperti abrasi pantai dan potensi bencana alam, sehingga pemahaman siswa terhadap isu-isu ini menjadi sangat penting. Dalam konteks ini, pendidikan, khususnya mata pelajaran Geografi, memiliki peran strategis dalam membentuk individu yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dan sikap siswa terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan setelah mengikuti pembelajaran Geografi di SMA Negeri 6 Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Sebanyak 75 siswa kelas XI menjadi responden, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi dan sikap terhadap berbagai isu lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi yang baik hingga sangat baik, khususnya dalam memahami perubahan iklim dan dampaknya. Sikap positif paling menonjol terlihat dalam penghematan sumber daya alam dan kepedulian terhadap lingkungan lokal. Namun demikian, terdapat kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki dengan partisipasi aktif dalam aksi lingkungan maupun edukasi kepada orang lain. Oleh karena itu, pembelajaran Geografi perlu diperkaya dengan pendekatan berbasis aksi nyata guna mendorong keterlibatan siswa secara lebih proaktif dalam isu keberlanjutan.
Copyrights © 2025