Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat memiliki karakter unik yang terbentuk dari perpaduan budaya lokal Minangkabau, peninggalan kolonial, dan perkembangan modern. Salah satu peristiwa penting yang membentuk identitas kota ini adalah gempa bumi besar pada 30 September 2009. Peristiwa tersebut menyisakan trauma mendalam sekaligus meninggalkan warisan sejarah yang dapat dijadikan media edukasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi perancangan kawasan wisata bencana dan budaya di sekitar Jalan Diponegoro Padang dengan pendekatan Phoenix Tourism, yaitu pendekatan pariwisata pascabencana yang menekankan pada konsep rebirth, rebuilding, dan rebranding. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui analisis konteks, studi preseden, dan pemetaan potensi kawasan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kawasan ini dapat dihidupkan kembali melalui integrasi ruang edukatif, zona memorial, serta elemen budaya Minangkabau yang ditransformasikan ke dalam bentuk arsitektur dan lanskap. Dengan pendekatan ini, kawasan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang reflektif yang menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat secara bermakna dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025