Artikel ini membahas perancangan media sosialisasi lagu daerah Indonesia dengan menggunakan pendekatan musik lo-fi (low-fidelity). Latar belakang penelitian ini adalah menurunnya minat generasi muda terhadap musik tradisional Indonesia, termasuk lagu-lagu daerah. Generasi muda cenderung lebih tertarik pada musik modern dan barat, sehingga diperlukan inovasi untuk membangkitkan minat mereka terhadap musik tradisional. Pendekatan musik lo-fi dipilih karena estetikanya yang sederhana namun populer di kalangan generasi muda. Dengan mengintegrasikan elemen-elemen lo-fi seperti desisan pita dan suara statis, aransemen baru lagu-lagu tradisional dapat dihasilkan, sehingga lebih relevan bagi para siswa. Melalui pendekatan ini, diharapkan pelajar dapat terhubung kembali dengan budaya mereka sekaligus mengapresiasi kekayaan warisan seni Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D (define, design, development, dan disseminate) yang bertujuan untuk melestarikan lagu-lagu tradisional, meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap musik daerah, dan menciptakan peluang keterlibatan melalui perpaduan gaya musik tradisional dan kontemporer. Hasil dari proyek ini menghasilkan musik berjudul, “Lofi – Yamko Rambe Yamko & Ampar-ampar pisang” dengan durasi 4 menit dan 17 detik. Dari hasil diseminasi, total yang memutar lagu sebanyak 30 kali. Dalam merancang lagu ini bisa meningkatkan minat terhadap lagu tradisional di kalangan pendengarnya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan lo-fi dapat menjadi media efektif dalam memperkenalkan kembali lagu daerah kepada generasi muda secara menarik dan relevan.
Copyrights © 2025