Rumah tumbuh dibangun secara vertikal karena ketersediaan lahan yang terbatas yang menjadi permasalahan dalam menciptakan rumah tinggal layak huni agar mampu memenuhi kebutuhan ruang secara maksimal. Penelitian ini difokuskan untuk menemukan model rumah yang memiliki fleksibilitas tinggi pada lahan sempit, tetapi bisa memiliki ruang dengan fungsi beragam, serta mengidentifikasi tingkat kenyamanan rumah tinggal untuk keberlangsungan hidup dalam menghadapi kebutuhan mendesak dimasa mendatang dengan melakukan analisis dan simulasi pada desain rumah tumbuh di Kota Gresik. Pendekatan penelitian kuantitatif melalui simulasi konfigurasi ruang dan interpretasi hasil analisis berdasar pada studi literatur. Hasil dari penelitian desain rumah tumbuh berukuran 32m2 ini memperoleh hasil kebutuhan luas bangunan dan ruang gerak tiap orang yang cukup melebihi standar SNI 03-1733-2004 dan JDIH Kementerian PUPR. Berdasarkan analisis kenyamanan visual pencahayaan alami juga dikatakan cukup sesuai dengan standar SNI 03-6197-2000. Hasil dari simulasi intensitas pencahayaan alami pada ruang utama dipukul 09.00 mendapatkan angka 949 lux dan dipukul 12.00 mendapatkan angka 365 lux, kamar 1 dipukul 09.00 mendapatkan angka 527 lux dan dipukul 12.00 mendapatkan angka 161 lux, kamar 2 dipukul 09.00 mendapatkan angka 154 lux dan dipukul 12.00 mendapatkan angka 466 lux, sedangkan kamar mandi dipukul 09.00 mendapatkan angka 259 lux dan dipukul 12.00 mendapatkan angka 502 lux. Memberikan skala ruang yang cukup, tidak berlebihan dan menyesuaikan ketersediaan lahan, membuat kebutuhan ruang dapat berfungsi secara maksimal untuk jangka panjang.
Copyrights © 2025