Masjid Raya Klaten merupakan landmark penting di Kabupaten Klaten yang berfungsi sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Dengan tingginya jumlah pengunjung, kawasan sekitar masjid perlu menghadirkan lingkungan yang nyaman, sehat, dan ramah lingkungan. Optimalisasi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan ini menjadi penting untuk memperindah estetika sekaligus memberikan manfaat ekologis, seperti penyediaan udara bersih, penyerapan polutan, dan pengendalian suhu udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberlanjutan dan fungsi RTH di Masjid Raya Klaten berdasarkan prinsip arsitektur eco-friendly. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH di kawasan ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas lingkungan, namun terdapat kekurangan pada aspek pengelolaan, pemilihan vegetasi, dan integrasi dengan aktivitas pengguna. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui pemanfaatan maksimal vegetasi lokal, pengelolaan air hujan yang efektif, dan pengembangan ruang sosial yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain RTH yang dapat menjadi model penerapan arsitektur ramah lingkungan untuk tempat ibadah lain, guna menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025