Dalam kondisi lahan yang terbatas terutama untuk asrama menjadi sangat krusial. Penataan tempat tinggal seperti di asrama sering kali sederhana dan memiliki ruang dengan standar relatif kecil. Selain berdampak pada kenyamanan penghuninya, keterbatasan ruang ini membatasi pilihan untuk perabotan dan desain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata letak ruang hunian terhadap kenyamanan serta mengidentifikasi elemen-elemen interior yang dapat meningkatkan sirkulasi, efisiensi, dan kenyamanan ruang. Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada strategi efisiensi dalam menghadapi keterbatasan ruang dengan tetap memperhatikan aspek kenyamanan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa penerapan strategi efisiensi seperti penggunaan perabot multifungsi, pengaturan jarak sirkulasi yang optimal, serta penambahan unit fasilitas kamar mandi dan ruang penyimpanan dapat memaksimalkan fungsi ruang hunian yang terbatas. Secara keseluruhan penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan strategi efisiensi penataan ruang dapat membuat luas ruang hunian 23.375 m² yang awalnya dianggap kurang dari kebutuhan minimal empat penghuni menjadi cukup untuk memenuhi kenyamanan dan kebutuhan penghuninya.
Copyrights © 2025