Film bertema horor pada saat ini sedang marak pada pasar film nasional. Film horror kerap mendapatkan posisi terbanyak pada 10 film terlaris pada setiap tahunnya, pada tahun 2022 film terlaris sepanjang masa di Indonesia diraih oleh film horror “KKN di Desa Penari” yang memperoleh 10 juta penonton, kemudian peringkat kedua ditempati oleh film “Pengabdi Setan 2: Communion” karya sutradara Joko Anwar, yang memperoleh 6 juta penonton. Momentum keduanya bertemu kembali terjadi pada tahun 2024, Dimana Joko Anwar merilis film ‘Siksa Kubur’ pada tanggal 11 April 2024, dan ‘KKN di Desa Penari’ merilis film prekuelnya yang berjudul ‘Badarawuhi di Desa Penari’ pada tanggal yang sama dengan film Siksa Kubur. Hal tersebut berkaitan dengan strategi perilisan film pada momentum libur hari raya. Penelitian ini memiliki fokus utama pada strategi promosi film Siksa Kubur yang liris sebagai sebagai film tunggal original, dan melakukan strategi agar film tersebut mampu bertahan sebagai film yang baru dan nonsekuel/prekuel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan cara pelaksanaan observasi mengenai promosi yang dilakukan oleh tim film Siksa Kubur. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa berdasarkan analisis AISAS menjadi salah satu upaya untuk menarik atensi masyarakat dan pendekatan terhadap masyarakat. Namun pada bagian Share pada AISAS, ini menyimpulkan bahwa faktor film yang baik yang dapat membuat penonton memberikan rekomendasi ke orang lain. kata kunci: aisas, strategi promosi film, film horor.
Copyrights © 2025