Keluarga berencana merupakan salah satu yang di lakukan untuk mengendalikan bertambahnya jumlah penduduk yang terus mengalami peningkatan dengan menekan angka kelahiran. Perogram yang lakukan dengan diadakannya penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda, mengatur kehamilan. Menurut BPS di tahun 2022. Dikota depok laporan akseptor aktif 256.835 orang, yang menggunakan Non-MKJP 74,56%, dan yang menggunakan MKJP 25,44% (Profil Kes Depok, 2022). Tujuan penelitian untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap akseptor KB terhadap penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang di TPMB Bidan N Limo Depok 2023. Jenis penelitian yang dilakuakan adalah survey analitik corelation dengan pendekatan cross sectional. Tenik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 76 akseptor KB, penggumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner, pengolahan data di lakukan dengan komputerisasi dan data di analisa secara statistic menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian ini di peroleh bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap akseptor Kb terhadap penggunaan MKJP, hasil statistik yang didapatkan pengetahuan =0,003 dan sikap =0,006 terhadap penggunaan alat kontrasepsi jangaka panjang. Dapat di simpulkan pengaruh Tingkat Pengetahun dan Sikap Akseptor KB Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang, diharapkan untuk tenaga kesehatan dapat memberikan promosi mengenai MKJP untuk memaksimalkan pengetahuan akseptor KB terhadap MKJP dan meningkatkan penggunaan MJKP.
Copyrights © 2025