Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan dalam kualitas hidup pada pasien dengan obat perseptual sensitif TBC (TB Sun) dan paru TB paru resistensi (TB RO) di Rumah Sakit Haji Medan. Jenis studi yang digunakan adalah analisis silang. Sampel terdiri dari 80 pasien tuberkulosis paru yang sengaja dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan tes statistik nonparametrik oleh Mann-Whitney karena data tidak didistribusikan dengan benar. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar tuberkulosis memiliki kualitas hidup yang sangat baik, tetapi sebagian besar pasien TB-RO memiliki kualitas hidup yang buruk. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000, menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini mendukung perlunya pendekatan perawatan yang tidak hanya memperhatikan aspek medis, tetapi juga memperhatikan perhatian psikososial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan
Copyrights © 2025