Saat ini, kehadiran teknologi pada era globalisasi nyatanya dapat memberikan sebuah ancaman baru terutama dalam keamanan siber sehingga perlu adanya sebuah strategi yang perlu dibentuk sebagai sebuah tindakan oleh aktor hubungan internasional dalam menyelesaikan permasalahan kompleks dalam keamanan siber. Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk memahami bagaimana tata kelola global dapat memberikan manfaat besar dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks di tengah era globalisasi terutama dalam arus keamanan siber regional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif melalui pengumpulan data sekunder berupa dokumen resmi EU, laporan lembaga terkait, dan artikel website. Sebagai pisau analisis pada penelitian ini penulis menggunakan teori neoliberal institusionalisme dan konsep regionalisme. Melalui penelitian ini penulis menemukan bahwa tata kelola global memiliki peranan penting dalam menangani permasalahan kompleks di ruang siber terutama di kawasan regional melalui lanskap kerja sama institusional, seperti yang dilakukan Uni Eropa dengan Cybersecurity Act yang dirilis oleh ENISA.
Copyrights © 2025