Masa dewasa awal, periode penting dalam perkembangan mahasiswa, terutama yang memasuki lingkungan pendidikan tinggi atau universitas. Pada tahap ini, mahasiswa cenderung memiliki emosi yang meledak-ledak dan sering kali kesulitan mengendalikan emosinya. Forgiveness menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi konflik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kemampuan ini, mahasiswa dapat melepaskan beban emosi negatif dan membangun hubungan yang lebih sehat serta stabil secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan forgiveness pada mahasiswa di Kota Makassar. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 440 mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji korelasi Spearman Rank. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Forgiveness dari Transgression Related Interpersonal Motivation Inventory (TRIM-18) dengan koefisian Cronbach Alpha sebesar 0.945 dan skala Kematangan Emosi dengan koefisien Cronbach Alpha sebesar 0.886. Dari Hasil analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi r= 0.095 dengan nilai signifikansi 0.046 (sig 0.046; sig < 0.05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan forgiveness pada mahasiswa, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Copyrights © 2025