JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025

DAYA HAMBAT LARUTAN IRIGASI KUNYIT PUTIH (Curcuma Zedoaria) TERHADAP BAKTERI Enterococcus faecalis

Paath, Stanny Linda (Unknown)
Aryanto, Mirza (Unknown)
Pongtiku, Arya Agung Permana (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Jun 2025

Abstract

Latar Belakang: Perawatan saluran akar bertujuan untuk menghilangkan bakteri dan mencegah terjadinya infeksi ulang. Namun, perawatan saluran akar bisa gagal karena bakteri di dalam akar, yaitu Enterococcus faecalis. Bakteri ini dapat dihilangkan dengan larutan NaOCl karena memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi, tetapi memiliki kekurangan yaitu sitotoksik dengan aroma yang menyengat. Kunyit putih merupakan rempah-rempah dan sering digunakan sebagai obat tradisional. Ekstrak kunyit putih berpotensi menjadi alternatif bahan irigasi saluran akar karena mengandung bahan aktif yang bersifat antibakteri. Bahan dan Metode Penelitian: Penelitian dilakukan di 4 tempat berbeda yaitu laboratorium BPSI untuk pembuatan esktrak sampel kunyit putih, laboratorium kimia UI dan Yarsi untuk uji fitokimia, dan laboratorium bioteknologi PUSPIPTEK untuk uji daya hambat bakteri  Jenis penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan metode sumur/ zone well. Sampel berjumlah 28 sampel berupa biakan bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Empat kelompok perlakuan adalah ekstrak kunyit putih 80%, 100%, NaOCl 2,5%  dan akuades. Hasil Penelitian: Besar rata-rata daya hambat ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria) konsentrasi 80% dan 100% adalah 1,69 mm dan 0,2686 mm, sedangkan pada NaOCl 2,5% sebesar 2,13 mm. Uji ANOVA  menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan  p=0,000 (p0,05). Pembahasan: Ekstrak Curcuma zedoaria 80% memiliki daya hambat terhadap E. faecalis yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 100%. Makin tinggi konsentrasi tidak membuat daya hambatnya makin tinggi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti difusi pada media agar dan tidak stabilnya ekstrak.  Kesimpulan: Ekstrak kunyit putih memiliki daya hambat yang rendah terhadap bakteri Enterococcus faecalis ATCC 29212 dibandingkan NaOCl 2,5%.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JITEKGI

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions

Description

Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi ...