Tulisan ini menyajikan kajian wacana kritis terhadap cerita bergambar bilingualKura-Kura Si Penjaga Samudra. Investigasi kritis itu difokuskan pada kekuatanbahasa pada tataran mikro dan makro terhadap tokoh kura-kura. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa penulis mencampur adukan habitat, kemampuan maupunbentuk dan istilah dalam cerita agar mempermudah anak-anak dalam mengenalhewan yang termasuk dalam ordo Chelonians ini. Karena memang untukmembedakan ketiga jenis hewan tersebut dirasa cukup sulit untuk anak kecil.Kata Kunci: analisis wacana, makro, mikro, olah bahasa, kura-kura
Copyrights © 2015