Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengidentifikasi aspek multimodalitas dalam penerjemahan komik atau cerita bergambar untuk anak dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Selain aspek multimodalitas yang ditinjau, hasil terjemahan teks ini juga dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis untuk mengetahui power abuse dan konteks relasional dari satuan linguistik yang dijumpai dalam teks cerita bergambar “peri kenanga”. Berdasarkan analisis terjemahan cerita bergambar ini, ditermukan bahwa dari sudut pandang multimodalitas, ekspresi sedih, tersipu-sipu, marah, kecewa, dan takut digambarkan dengan perbedaannya di cerita ini. Dengan demikian pembaca mendapatkan makna yang jelas dari ilustrasi atau gambarnya, di samping teks narasinya. Dilihat dari hasil terjemahannya, teks terjemahan cerita ini secara keseluruhan adalah akurat, karena banyak dari ugkapan-ungkapan diterjemahkan secara harfiah. Namun, beberapa kalimat mengalami pergeseran (shifts) bentuk dan makna.
Copyrights © 2015