Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi bagian dari pola konsumsi Gen-Z di era digital, ditandai dengan perilaku konsumtif terhadap barang bermerek, gadget mahal, dan pengalaman gaya hidup populer seperti nongkrong di coffee shop atau menghadiri konser berbiaya tinggi. Artikel ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara FOMO dan perilaku konsumtif melalui pendekatan tafsir maudhu’i terhadap QS. Al-Isra’ ayat 26–27 yang menegaskan larangan israf dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan sumber dari kitab tafsir klasik dan modern, serta data empiris dari fenomena sosial mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa FOMO merupakan bentuk israf kontemporer yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga melemahkan spiritualitas dan daya pikir kritis. Dengan demikian, solusi Al-Qur’an melalui pemahaman ayat dan pendidikan konsumsi Islami menjadi penting dalam membentuk generasi yang sadar nilai dan bijak dalam menggunakan sumber daya.
Copyrights © 2025