AbstrakProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto banyak menimbulkan beragam kontroversi seperti penunjukan yang mengelola yang diduga korupsi, keracunan di berbagai daerah, dan kritik terhadap kebermanfaatannya dibandinkan dengan Pendidikan gratis. Oleh sebab itu, dari perspektif jurnalisme beragam peristiwa seputar MBG memiliki nilai berita (news values) yang tinggi. Makanya berita MBG layak diteliti. Penelitian ini bertujuan membandingkan konstruksi pemberitaan Berita MBG yang disajikan tiga media online popular di Indonesia, detik.com, republika.co.id, dan kompas.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing model Robert Matthew Entman. Analisis framing Entman memiliki dua dimensi (seleksi isu dan penonjolan aspek) serta empat elemen framing (pendefinisain masalah, sumber masalah, keputusan moral, dan penyelesaian masalah). Sebagai kesimpulan, penelitian ini menemukan beberapa poin menarik. Pertama, setiap media memiliki konstruksi yang berbeda, termasuk pertimbangan nilai berita yang tinggi. Perbedaan ini ditentukan oleh banyak faktor seperti kebijakan redaksi, segmentasi pembaca dan kepentingan ekonomi politik media, Kedua, pembingkaian yang dilakukan tiga media menunjukan beragam kepentingan seperti hyperlink, clickbait, dan pageviews yang menjadi ciri khas jurnalisme media online. Ketiga, jurnalisme kontemporer yang berbasis internet berbeda dengan jurnalisme sebelum hegemoni internet. Perbedaan ini sangat mempengaruhi bagaimana media mengkonstruksi sebuah perustiwa menjadi berita. Kata kunci : berita, MBG, detik.com, republika.co.id, kompas.com AbstractThe Free Nutritious Meals (FNM) program launched by President Prabowo Subianto has caused many controversies such as the appointment of managers who are suspected of corruption, poisoning in various regions, and criticism of its benefits compared to free education. Therefore, from a journalism perspective, various events surrounding the FNM have high news values. That is why the FNM news is worth studying. This study aims to compare the news construction of the FNM news presented by the three most popular online media in Indonesia, namely, detik.com, republika.co.id, and kompas.com. This study uses a qualitative approach. The research method used is Robert Matthew Entman's framing model analysis. Entman's framing analysis has two dimensions (issue selection and aspect highlighting) and four framing elements (define problem, diagnoses cause, make moral judgement, and treatment recommendation. In conclusion, this study found several interesting points. First, each media has a different construction, including consideration of high news value. This difference is determined by many factors such as editorial policy, reader segmentation and media political economic interests. Second, the framing carried out by the three media shows various interests such as hyperlinks, clickbait, and pageviews which are characteristic of online media journalism. Third, contemporary internet-based journalism is different from journalism before the internet hegemony. This difference greatly influences how the media constructs an event into news.Keywords : news, FNM, detik.com, republika.co.id, kompas.com
Copyrights © 2025