Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi dalam beberapa dekade terakhir telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Teknologi ini memungkinkan pengolahan dan analisis data yang cepat dan akurat, menjadikan informasi aset berharga bagi individu dan institusi. Sekolah Tinggi Teologi ABALBALAT, yang fokus pada studi teologi, menghadapi tantangan dalam digitalisasi, terutama dalam manajemen administrasi dan proses perkuliahan yang belum terintegrasi dengan teknologi modern. Kendala ini menghambat efisiensi komunikasi dan pengelolaan data, serta memengaruhi akreditasi institusi. Untuk mengatasi masalah ini, metode Waterfall dapat diterapkan dalam pengembangan sistem manajemen akademik berbasis teknologi. Metode ini memungkinkan perencanaan yang sistematis dan bertahap, mulai dari analisis kebutuhan hingga implementasi dan pemeliharaan sistem. Selain itu, mobile learning sebagai model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi menawarkan solusi dengan meningkatkan fleksibilitas dan interaktivitas pembelajaran. Mobile learning sebagai model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi menawarkan solusi dengan meningkatkan fleksibilitas dan interaktivitas pembelajaran. Untuk meningkatkan akreditasi, disarankan peninjauan kurikulum sesuai standar akreditasi, pelatihan literasi digital bagi dosen dan mahasiswa, serta pengembangan sistem manajemen akademik berbasis teknologi. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperbaiki efektivitas proses belajar mengajar di Sekolah Tinggi Teologi ABALBALAT dan menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman.
Copyrights © 2025