Aplikasi WargaKu dikembangkan untuk mempermudah warga Surabaya dalam mengakses informasi dan layanan publik, namun adopsinya masih menjadi tantangan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan aplikasi menggunakan model UTAUT2, dengan variabel Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Conditions, Hedonic Motivation, Habit, Behavioral Intention, dan Use Behavior, serta variabel moderasi Age, Gender, dan Experience. Pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan PLS-SEM melalui SmartPLS 3.0 dengan data dari 305 responden warga Surabaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel PE, SI, HM, dan H berpengaruh signifikan terhadap BI. Sementara itu, H, FC, dan BI berpengaruh terhadap UB. Dengan demikian, penerimaan aplikasi WargaKu lebih dipengaruhi oleh manfaat, pengaruh sosial, pengalaman menyenangkan, dan kebiasaan pengguna, sementara kemudahan penggunaan dan infrastruktur pendukung bukan faktor utama.
Copyrights © 2025