Di era digital, chatbot telah menjadi solusi populer untuk meningkatkan efisiensi layanan dan interaksi pengguna di berbagai sektor. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan dalam pemilihan metode pengembangan, platform yang sesuai, serta pengukuran efektivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pengembangan, platform implementasi, dan efektivitas chatbot sebagai virtual assistant melalui tinjauan sistematis dengan pendekatan PRISMA terhadap 30 jurnal terpilih (2015-2024). Hasil penelitian menunjukkan metode waterfall, AIML, dan Black Box Testing paling dominan digunakan, dengan website, Telegram, dan WhatsApp sebagai platform utama. Implementasi chatbot terbukti meningkatkan efisiensi layanan (akurasi hingga 90%) dan kepuasan pengguna (82,1%), sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengembangan lebih lanjut dengan teknik deep learning seperti BiLSTM untuk peningkatan performa. Temuan ini memberikan panduan berharga bagi pengembangan chatbot yang lebih adaptif di masa depan.
Copyrights © 2025