Media sosial Instagram, telah menjadi platform utama bagi konsumen untuk menyampaikan opini tentang produk, termasuk dalam industri kecantikan di Indonesia. Meskipun industri kecantikan tumbuh pesat, masalah terkait klaim kualitas dan keamanan produk, seperti yang dialami oleh merk skincare “Daviena”, “Scora”, dan “The Originote” pada produk Serum HA Daviena, Serum Arbutin Scora, dan Serum Retinol The Originote, dapat memengaruhi kepercayaan konsumen. Tujuan penelitian untuk menganalisis sentimen konsumen terhadap ketiga produk skincare berdasarkan komentar di Instagram menggunakan algoritma Decision Tree. Dari 1006 komentar yang dikumpulkan, 468 untuk Daviena, 444 untuk Scora, dan 436 untuk The Originote yang diolah, data dibagi menjadi 80% untuk pelatihan dan 20% untuk pengujian. Hasilnya menunjukkan bahwa model Decision Tree mampu mengklasifikasikan sentimen dengan akurasi tinggi 94,22% untuk Daviena, 87,39% untuk Scora, dan 83,72% untuk The Originote. Presisi dan recall untuk Daviena adalah 89,96% (positif) dan 99,52% (negatif) dengan recall 99,57% (positif) dan 88,89% (negatif). Untuk Scora, presisi positif 80,74% dan negatif 97,70%, dengan recall 98,20% (positif) dan 76,58% (negatif). Sementara itu, The Originote memiliki presisi positif 76,73% dan negatif 95,65%, dengan recall 96,79% (positif) dan 70,64% (negatif). Kata-kata yang sering muncul dalam komentar termasuk “retinol” untuk Daviena, “scora” untuk Scora, dan “pake” untuk The Originote.
Copyrights © 2025