Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran konsumen terhadap komposisi bahan dalam produk perawatan pribadi semakin meningkat. Salah satu bahan yang menjadi perdebatan dalam industri kosmetik dan perawatan tubah adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Permasalahan yang terjadi saat ini adalah beberapa peneliian mengungkapkan bahwa SLS dapat menyebabkan iritasi kulit dan meningkatkan sensitifitas kulit lainnya. Urgensinya muncul dari kebutuhan akan informasi yang lebih representatif untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang responsif terhadap penggunaan produk keseharian yang akan berdampak pada kesehatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran dan pemahaman Generasi- Z mengenai alasan dan dampak SLS dan Non-SLS terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar.Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara kesadaran bahan, preferensi, dan keputusan pembelian. Hasil yang di dapat dari penelitian meununjukkan bahwa factor harga produk masih menjadi pertimbangan untuk penggunaan bodycare berbahan non-sls. Sementara informasi produk bodycare berbahan sls dan nonsls didapat dari media social.
Copyrights © 2025