Proses pendinginan merupakan tahap penting dalam rekayasa material untuk menentukan struktur mikro dan sifat mekanik baja. Penelitian ini menganalisis perbandingan efisiensi perpindahan panas antara fluida air dan udara dalam proses pendinginan baja secara konveksi paksa eksternal. Metode yang digunakan meliputi perhitungan parameter termal seperti bilangan Reynoldss, bilangan Nusselt, koefisien konveksi, dan laju perpindahan panas. Hasil analisis menunjukkan bahwa fluida air menghasilkan laju perpindahan panas yang lebih besar yaitu 334,1 kW dibandingkan udara yang sebesar 323,5 kW. Hal ini disebabkan oleh konduktivitas termal air yang lebih tinggi dibandingkan udara. Temuan ini menunjukkan bahwa air lebih efektif digunakan sebagai media pendingin dalam proses perlakuan panas baja melalui konveksi paksa eksternal.
Copyrights © 2025