Faktor risiko utama untuk gizi lebih dalam masalah gizi adalah perilaku sedentary, yang meliputi terlalu malas untuk terlibat dalam kegiatan. Banyak remaja terlibat dalam kegiatan sedentary bersamaan dengan seringnya mengemil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana ngemil dan perilaku sedentary berhubungan dengan status gizi lebih remaja di SMAN 5 Tambun Selatan. Dengan menggunakan pendekatan cross-sectional, penelitian ini bersifat kuantitatif. Strategi pemilihan acak dasar digunakan untuk memilih 100 orang untuk sampel penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan skor-z BMI/U digunakan untuk menentukan status gizi remaja. Asupan camilan dan perilaku sedentary adalah dua variabel penelitian yang nilai-p-nya ditentukan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji Chi-Square. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa di antara remaja di SMAN 5 Tambun Selatan, asupan camilan dan perilaku sedentary tidak berhubungan dengan status gizi lebih.
Copyrights © 2024