Praktik keterampilan kebidanan di laboratorium menggunakan bahan habis pakai seperti kapas dan kasa untuk keperluan vulva hygiene, disinfeksi, serta pembersihan sekret dan pemberian obat. Limbah kapas dan kasa ini berpotensi didaur ulang menjadi produk bermanfaat. Penelitian ini bertujuan mendaur ulang limbah kapas dan kasa menjadi sabun kertas sebagai alternatif sabun cuci tangan yang aman, higienis, dan dapat mengurangi transmisi kuman akibat penggunaan sabun botol bersama. Metode penelitian ini merupakan penelitian pengembangan laboratorium dengan pendekatan studi literatur, dekontaminasi, pencucian, sterilisasi, penjemuran, dan pembuatan sabun kertas. Uji alergi dilakukan terhadap 30 responden, yaitu mahasiswa kebidanan tingkat 1 dan 2. Analisis menggunakan regresi linier menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari koefisien regresi, menandakan variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil ini menunjukkan bahwa sabun kertas hasil daur ulang tidak menimbulkan reaksi alergi pada pengguna. Kesimpulannya, limbah kapas dan kasa laboratorium kebidanan dapat dimanfaatkan menjadi sabun kertas yang aman digunakan serta mendukung pengurangan limbah dan transmisi infeksi.
Copyrights © 2024