Adolescent girls are at risk of anemia. This study aims to identify the eating patterns of non-anemic adolescent girls. This analytical survey study employed a cross-sectional approach. Samples were selected using a purposive sampling technique and included adolescent girls who met the inclusion criteria. Hemoglobin levels were measured using a digital hemoglobin meter, and eating patterns were assessed using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). The results indicate that the majority of 57 teenage girls (67.9%) consumed a higher energy intake. The mean protein intake for adolescent girls was 74.99 grams, while the mean protein requirement is 65 grams. Approximately 72.6% of respondents consumed above the required protein intake, while 27.4% met the requirements adequately. Most adolescents met their energy and macronutrient needs, including protein and carbohydrates, and consumed sufficient vitamin C. Based on the study results, respondents generally had adequate macronutrient intake. However, intake of some micronutrients did not meet the required levels. The study showed that adolescents with normal hemoglobin levels had sufficient protein and vitamin C intake. Abstrak Remaja putri berisiko mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola makan remaja putri yang tidak anemia. Penelitian survei analitis ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan mencakup remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Kadar hemoglobin diukur menggunakan meteran hemoglobin digital, dan pola makan dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dari 57 remaja putri (67,9%) mengonsumsi asupan energi yang lebih tinggi. Asupan protein rata-rata untuk remaja putri adalah 74,99 gram, sedangkan kebutuhan protein rata-rata adalah 65 gram. Sekitar 72,6% responden mengonsumsi lebih dari asupan protein yang dibutuhkan, sementara 27,4% memenuhi kebutuhan secara memadai. Sebagian besar remaja memenuhi kebutuhan energi dan makronutrien mereka, termasuk protein dan karbohidrat, dan mengonsumsi vitamin C yang cukup.Berdasarkan hasil penelitian, responden secara umum memiliki asupan makronutrien yang cukup. Namun, asupan beberapa mikronutrien tidak memenuhi kadar yang dibutuhkan. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan kadar hemoglobin normal memiliki asupan protein dan vitamin C yang cukup.
Copyrights © 2025