Latar Belakang Cadangan darah yang sesuai untuk transfusi pada negara berkembang sangat terbatas bahkan di beberapa kejadian stok di PMI tidak ada sehingga angka kematian relatif tinggi serta rendahnya pendonor darah remaja dibandingkan dengan usia dewasa padahal donos sendiri memiliki manfaat meningkatkan produksi sel darah merah dan mendapatkan kesehatan psikologis. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor kelayakan dalam kegiatan donor darah pada usia remaja di UDD PMI Kota Tangerang serta mengetahui gambaran karakteristik serta hubungan yang terkait. Metode Penelitian dengan desain data kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain studi Cross-sectional menggunakan uji fisher’s extract test dengan jumlah 62 responden. Hasil Penelitian terdapat hubungan pola tidur dengan kelayakan donor darah ditandai dengan hasil (p-value = 0,001), terdapat hubungan kadar haemoglobin dengan kelayakan donor darah ditandai dengan hasil (p-value = 0,000), terdapat hubungan tanda-tanda vital dengan kelayakan donor darah ditandai dengan hasil (p-value = 0,000), terdapat hubungan konsumsi obat dengan kelayakan donor darah ditandai dengan dengan hasil (p-value = 0,001). Kesimpulan seluruh faktor yang peneliti sebutkan terdapat hubungan terhadap kelayakan donor darah pada remaja.
Copyrights © 2025