Kehidupan sosial selalu identik dengan konflik, di mana pun dan kapan pun kita selalu menjumpai konflik. Termasuk seorang Santri mengalami konflik di lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Kemampuan komunikasi Asertif Santri. (2) Konflik sosial yang dialami Santri. (3) Peran Komunikasi Asertif terhadap pengelolaan Konflik Sosial yang dialami Santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi asertif Santri ditunjukkan dengan aspek berikut: (1) Bertindak sesuai keinginan sendiri, seperti mampu membuat keputusan, percaya diri, dan menentukan sebuah tujuan. (2) Mengungkapkan perasaan positif, seperti memberi dan menerima pujian, meminta dan memberi pertolongan. (3) Afirmasi diri, seperti menanggapi kritik, menolak permintaan dengan baik. Adapun konflik sosial Santri disebabkan oleh: (1) Perbedaan karakter. Berasal dari daerah dan suku yang berbeda, sehingga memiliki perbedaan lingkungan dan karakteristik. (2) Bentrok kepentingan, seperti kurang cakap dalam mengelola waktu dan masalah. (3) perubahan sosial, seperti perbedaan dalam menerima dan membuat perubahan. Konflik dapat diperkecil dengan kemampuan Komunikasi asertif. Semakin tinggi kemampuan Komunikasi Asertif maka akan semakin terkendali Konflik Sosial yang dialaminya. Kata Kunci: Komunikasi Asertif, Konflik Sosial, Santri
Copyrights © 2025