Perkembangan era digital telah mendorong transformasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyebaran informasi yang semakin cepat namun juga rawan disinformasi. Hal ini menuntut pentingnya literasi digital, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dari sisi etika dan nilai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi literasi digital yang berbasis nilai-nilai federasi beragama, itu seperti tasamuh, tawasuth, tawazun, musawah, islah, dan qudwah. Sebagai upaya untuk membentuk karakter masyarakat digital yang inklusif, bijak, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai tersebut mampu meningkatkan kesadaran pengguna terhadap pentingnya beretika dalam ruang digital, seperti menghargai perbedaan, menghindari ujaran kebencian, serta menyebarkan konten yang damai dan mendidik. Nilai qudwah juga berperan penting dalam menumbuhkan keteladanan digital melalui peran tokoh publik Yang menjadi panutan. Dengan demikian, literasi digital berbasis moderasi beragama dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk masyarakat digital yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga kuat secara moral.
Copyrights © 2025