Pertumbuhan industri tekstil yang pesat telah menyebabkan peningkatan limbah cair yang mengandung zat pewarna sintetis. Zat pewarna ini dikenal sulit terurai serta berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Berbagai metode pengolahan limbah telah dikembangkan, salah satunya adalah metode adsorpsi yang dinilai efisien dan ramah lingkungan. FABA yang merupakan limbah padat dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), kini tidak lagi dikategorikan sebagai limbah B3 dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material adsorben. Artikel ini mengkaji karakteristik FABA, efektivitasnya dalam mengadsorpsi zat pewarna, serta faktor-faktor yang memengaruhi kinerjanya. Hasil kajian menunjukkan bahwa FABA mampu menurunkan konsentrasi zat pewarna seperti Rhodamine B (RhB), Direct Blue 78 (DB 78), Crystal Violet (CV), dan Direct Fast Scarlet 4BS (DFC 4BS) secara signifikan, dengan efisiensi penyisihan mencapai lebih dari 90%. Pemanfaatan FABA sebagai adsorben tidak hanya menawarkan solusi pengolahan limbah cair industri yang lebih ekonomis dan berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah padat PLTU. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah industri yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
Copyrights © 2025