Proses penghalusan dalam industri furniture jati dilakukan secara manual dengan postur kerja yang tidak ergonomis, seperti duduk langsung di lantai dan membungkuk dalam waktu yang lama. Kondisi tersebut menyebabkan keluhan gangguan muskuloskeletal (MSDs) pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko MSDs dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Hasil analisis menunjukkan bahwa skor OWAS sebesar 3 mengindikasikan tingkat risiko tinggi yang memerlukan tindakan perbaikan segera, sementara skor REBA sebesar 11 menunjukkan tingkat risiko sangat tinggi dan keluhan MSDs yang paling dominan dialami oleh pekerja terjadi pada bagian punggung, bahu, dan leher, yang disebabkan oleh kombinasi postur kerja membungkuk, duduk di lantai tanpa penyangga, serta aktivitas kerja yang bersifat berulang dengan beban yang relatif berat. Dengan demikian, penerapan metode REBA dan OWAS terbukti efektif dalam mengidentifikasi serta mengonfirmasi tingkat keparahan risiko postur kerja tersebut, sekaligus memberikan arah perbaikan ergonomis untuk mengurangi keluhan MSDs secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa postur kerja saat ini membahayakan kesehatan pekerja dan perlu dilakukan perbaikan segera dengan pendekatan ergonomi.
Copyrights © 2025