Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pada proses produksi di home industry konveksi menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Permasalahan utama yang dihadapi meliputi cacat produk, keterlambatan pengiriman, dan kerusakan peralatan akibat manajemen operasional yang tidak efisien. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi selama 10 bulan produksi. Setiap potensi kegagalan dianalisis berdasarkan tiga aspek utama: severity, occurrence, dan detection, yang kemudian dikalkulasi menjadi nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko operasional pada kategori proses memiliki rata-rata RPN tertinggi sebesar 578,67, dengan minimnya bahan baku dan kerusakan mesin sebagai penyebab dominan. Risiko eksternal menempati urutan kedua, diikuti oleh human error dan risiko internal. Penelitian ini merekomendasikan tindakan korektif berupa pelatihan karyawan, peningkatan pengawasan bahan baku, serta perbaikan sistem manajemen produksi untuk menurunkan tingkat kecacatan. Penerapan FMEA terbukti efektif dalam mengidentifikasi titik kritis dan menyusun strategi peningkatan mutu secara sistematis di industri konveksi skala kecil.
Copyrights © 2025