Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penyusunan agenda kegiatan pimpinan melalui sistem E-Schedule di Bagian Protokol Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. SOP merupakan pedoman kerja yang penting dalam memastikan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas birokrasi. Namun, dalam praktiknya, implementasi SOP pada Bagian Protokol masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya koordinasi, rendahnya partisipasi aparatur, dan ketidaksesuaian antara jadwal yang telah direncanakan dengan realisasi kegiatan pimpinan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP dalam sistem E-Schedule telah dilakukan dengan mengacu pada enam dimensi utama, yaitu sebagai pedoman kebijakan, kegiatan, birokrasi, administrasi, evaluasi kinerja, dan integrasi. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih belum optimal karena adanya keterbatasan sumber daya dan kurangnya pemahaman pegawai terhadap SOP yang berlaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi SOP dalam sistem E-Schedule memerlukan peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan, penguatan kebijakan yang mendukung implementasi SOP, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas sistem yang diterapkan. Dengan demikian, diharapkan sistem E-Schedule dapat berfungsi secara lebih efisien dalam mendukung tugas dan fungsi Bagian Protokol di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Copyrights © 2024