Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPAS di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Klaseman. Desain penelitian menggunakan studi kasus intrinsik dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode Miles and Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi teknik untuk kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Klaseman telah berjalan sejak tahun 2022 dan mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen pembelajaran. Namun, beberapa problematika masih ditemukan. Dalam perencanaan pembelajaran, guru mengalami kendala dalam memahami dan menyusun modul ajar, menentukan metode yang sesuai, serta menggunakan media pembelajaran digital. Pada tahap pelaksanaan, guru kesulitan dalam pemahaman materi IPAS tertentu (misalnya struktur bumi, lapisan atmosfer, energi listrik, dan struktur mata) masih kurang maksimal. Dalam asesmen, guru menghadapi problematika dalam menyusun soal asesmen formatif yang sesuai dengan keberagaman siswa, sehingga asesmen ini jarang dilakukan dalam bentuk post-test. Upaya untuk mengatasi problematika ini meliputi peningkatan pelatihan dan pendampingan guru secara berkelanjutan, optimalisasi kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG), serta peningkatan kompetensi digital dan ketersediaan sumber belajar. Meskipun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Klaseman secara keseluruhan telah menunjukkan kemajuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Kata Kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Problematika Guru
Copyrights © 2025