Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) semakin banyak digunakan oleh masyarakat karena praktis dan biayanya relatif murah. Namun, kualitas air minum dari DAMIU sering kali tidak memenuhi standar karena lemahnya pengawasan dan praktik higiene sanitasi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi higiene dan sanitasi DAMIU di kelurahan Kahuripan, Kota Tasikmalaya. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional , melibatkan 8 DAMIU sebagai sampel dengan teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan instrumen berdasarkan Permenkes No. 43 Tahun 2014. Hasil menunjukkan bahwa 50% DAMIU berada dalam kategori layak. Sanitasi tempat menunjukkan 62,5% belum memenuhi syarat. Pada aspek sanitasi peralatan, sebagian besar DAMIU telah sesuai standar. Namun hanya 37,5% penjamah yang mencuci tangan dengan sabun, dan hanya 50% yang menggunakan pakaian kerja bersih, seluruh depot menggunakan air baku yang memenuhi standar, namun masih terdapat kekurangan dalam dokumentasi dan prosedur pengangkutan. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas DAMIU tidak hanya ditentukan oleh peralatan teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku penjamah dan fasilitas dasar sanitasi.
Copyrights © 2025