Segmen Mentawai Selatan terletak di zona subduksi Sumatra dan termasuk dalam struktur prisma akresi. Prisma akresi merupakan struktur tektonik yang sangat kompleks dengan adanya keberadaan berbagai patahan. Salah satu gempa besar yang pernah terjadi di segmen ini adalah gempa Mentawai Selatan pada tahun 2010 dengan magnitudo Mw~7,8. Gempa ini terjadi disertai dengan tsunami yang jauh melebihi estimasi berdasarkan magnitudonya sehingga dikategorikan sebagai tsunami earthquake. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan prisma akresi dan patahan di segmen Mentawai Selatan terhadap deformasi permukaan dalam bentuk 3D dengan menggunakan metode elemen hingga. Model geometri dibuat dalam 4 konfigurasi: model tanpa prisma akresi, tanpa prisma akresi dengan patahan splay, dengan prisma akresi tanpa patahan splay, dan dengan prisma akresi dan patahan splay. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model dengan prisma akresi lebih mendekati data pergeseran di stasiun GPS, terutama untuk deformasi pada arah vertikal. Patahan splay pada model menyebabkan kenaikan permukaan membesar hingga dua kali lipat baik pada model dengan prisma akresi maupun tanpa prisma akresi. Dengan mengetahui struktur lapisan bawah permukaan yang lebih detail, pemahaman tentang area dengan potensi gempa yang diikuti dengan tsunami menjadi lebih rinci dan estimasi deformasi permukaan dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Copyrights © 2025