Tujuan penelitian ini adalah mengkaji makna akuntabilitas melalui perubahan social masyarakat pada jaman kerajaan yang ditunjukan dari peninggalan sejarah di Candi Penataran. Teori yang digunakan adalah institusional teori. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Foucaultian dari interpretasi arkeologi dan silsilah untuk mengembangkan praktik akuntabilitas dengan cara mengumpulkan bukti dari penyelidikan arkeologi tradisional. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles and Hubberman. Teknik analisis data penelitian dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung. Peneliti melakukan wawancara pada arkeolog dan pada saat itu juga peneliti melakukan analisis data. Hasil penelitian ini tidak hanya memaknai akuntabilitas fisik yang bersifat modern akan tetapi lebih jauh akuntabilitas dimaknai sebagai ketaatan seseorang kepada Tuhanakuntabilitas tidak hanya dimaknai dalam bentuk fisik akan tetapi lebih mendalam akuntabilitas dapat dimaknai sebagai bentuk yang abstrak atas ketaan, keimanan dan kebaktian kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan bukti adanya arca Dewa Wisnu dalam kompeks Candi Penataran. Implikasi dari temuan penelitian ini menunjukan bahwa akuntabilitas yang dimaknai dengan abstrak dapat kita peroleh dari perubahan- perubahan sosial budaya masyarakat yang berkembang disekitar kita. Salah satu yang dapat kita representasikan adalah akuntabilitas dapat dimaknai dari perkembangan sejarah kerajaan yang ada di Indonesia.
Copyrights © 2025