Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi diversifikasi dan pengelolaan risiko keuangan terhadap keberlanjutan bisnis UKM di sektor manufaktur Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap 150 UKM yang telah beroperasi lebih dari lima tahun. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa baik strategi diversifikasi maupun pengelolaan risiko keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan bisnis UKM, baik secara parsial maupun simultan. Strategi diversifikasi, yang mencakup ekspansi pasar dan inovasi produk, terbukti meningkatkan daya tahan UKM dalam menghadapi dinamika pasar. Sementara itu, pengelolaan risiko keuangan—melalui manajemen arus kas, pengelolaan modal kerja, dan investasi yang efisien—memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap keberlanjutan usaha. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pemilik UKM dan pengambil kebijakan bahwa keberlanjutan usaha memerlukan sinergi antara strategi ekspansi dan manajemen keuangan yang prudent. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memadukan kedua variabel tersebut dalam satu model empiris dan menegaskan pentingnya manajemen strategis terpadu bagi keberlanjutan UKM.
Copyrights © 2025